Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kesalahan Umum dalam Sholat yang Sering Diabaikan

Kompas.com, 23 Agustus 2025, 11:00 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Sholat merupakan ibadah utama dan menjadi tiang agama bagi setiap Muslim. Namun, masih banyak yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat menunaikannya. Mulai dari memandang ke atas, memejamkan mata, hingga membaca bacaan dengan suara yang terlalu keras.

Kebiasaan ini dapat mengurangi kesempurnaan ibadah bahkan berisiko membuat shalat tidak sah. Karena itu, memahami kesalahan yang sering terjadi penting agar ibadah sesuai tuntunan syariat.

Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang kerap dijumpai saat shalat, baik secara berjamaah maupun sendirian, berdasarkan berbagai sumber terpercaya, dilansir dari Antara.

Baca juga: Niat Sholat Jamak Ta’khir: Arab, Latin, Arti, dan Cara Pelaksanaannya

1. Memandang ke langit

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menengadah ke langit ketika shalat. Rasulullah SAW dengan tegas melarang perbuatan ini.

Dalam hadis riwayat Bukhari, beliau memperingatkan agar tidak mengarahkan pandangan ke atas saat sholat karena dapat mendatangkan hukuman berupa hilangnya penglihatan.

2. Menutup mata

Sebagian orang memejamkan mata dengan tujuan lebih khusyuk. Namun, para ulama menyebutkan bahwa hal ini makruh kecuali ada alasan tertentu.

Syekh Shalih Al-Fauzan menjelaskan bahwa memejamkan mata tanpa kebutuhan meniru kebiasaan kaum Yahudi. Jika ada sesuatu di depan yang mengganggu kekhusyukan, seperti hiasan mencolok, maka diperbolehkan untuk sesaat memejamkan mata.

Baca juga: Tuma’ninah: Rukun Sholat yang Terlupakan, Fatal Akibatnya

3. Sujud tidak sempurna

Sujud yang benar harus melibatkan tujuh anggota tubuh: dahi (termasuk hidung), kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kaki.

Hadis riwayat Bukhari menegaskan hal ini. Kesalahan yang kerap terjadi adalah tidak menempelkan hidung ke lantai atau mengangkat kaki sehingga ujung jari tidak menyentuh lantai.

4. Saf tidak rapat dan lurus

Dalam sholat berjamaah, imam sering mengingatkan agar jamaah merapikan dan meluruskan barisan. Saf yang tidak rapat dapat mengurangi kesempurnaan shalat.

Rasulullah SAW bersabda, “Luruskan barisan kalian karena kelurusan saf merupakan bagian dari kesempurnaan shalat.” (HR. Bukhari).

Baca juga: Bacaan Niat Sholat Jumat Imam dan Makmum: Arab, Latin, dan Artinya

5. Tidak fokus, berbicara, atau tertawa

Sholat adalah momen seorang hamba menghadap Allah SWT, sehingga memerlukan kekhusyukan penuh. Berbicara, tertawa, atau melakukan hal yang melalaikan dapat merusak bahkan membatalkan sholat. Rasulullah SAW menegaskan bahwa dalam sholat tidak boleh ada ucapan manusia selain bacaan dzikir, tasbih, takbir, dan ayat Al-Quran. (HR. Muslim).

6. Membaca bacaan terlalu keras

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah membaca doa atau bacaan sholat dengan suara keras hingga mengganggu jemaah lain. Padahal, Alquran memerintahkan untuk menyebut nama Allah dengan suara lembut dan penuh ketundukan.

Hal ini sesuai firman Allah dalam Al-A’raf ayat 205: “Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, serta dengan suara yang tidak keras pada pagi dan petang, dan janganlah engkau termasuk orang-orang yang lalai.”

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Polisi Dubai Tutup Jalan Tol demi Bantu Mobil Mogok, Videonya Viral
Polisi Dubai Tutup Jalan Tol demi Bantu Mobil Mogok, Videonya Viral
Aktual
Manfaat Masjid Terdaftar di Simas Kemenag, Dapat Bantuan hingga Mudah Ditemukan di Google Maps
Manfaat Masjid Terdaftar di Simas Kemenag, Dapat Bantuan hingga Mudah Ditemukan di Google Maps
Aktual
Kebakaran di Hotel Jamaah Haji Indonesia di Makkah, PPIH Pastikan Semua Jamaah Selamat
Kebakaran di Hotel Jamaah Haji Indonesia di Makkah, PPIH Pastikan Semua Jamaah Selamat
Aktual
Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif
Nahnu NU: Dari Ego Sektoral Menuju Harmoni Kolektif
Aktual
Wamenhaj Minta Petugas Siaga Penuh Hadapi Kedatangan Jemaah Setelah Armuzna
Wamenhaj Minta Petugas Siaga Penuh Hadapi Kedatangan Jemaah Setelah Armuzna
Aktual
Wamenhaj Pastikan Layanan Prima akan Sambut Jemaah Haji Gelombang Kedua di Madinah
Wamenhaj Pastikan Layanan Prima akan Sambut Jemaah Haji Gelombang Kedua di Madinah
Aktual
75 Kloter Sudah Pulang, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam dalam Koper
75 Kloter Sudah Pulang, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam dalam Koper
Aktual
Pandangan MUI soal Mitos di Bulan Muharram, Umat Islam Diminta Berpegang pada Akidah
Pandangan MUI soal Mitos di Bulan Muharram, Umat Islam Diminta Berpegang pada Akidah
Aktual
Mengenal Bulan Muharram, Pembuka Tahun Hijriah yang Mulia dan Diharamkan untuk Berperang
Mengenal Bulan Muharram, Pembuka Tahun Hijriah yang Mulia dan Diharamkan untuk Berperang
Aktual
KH Manarul Hidayat Restui Gus Hery Haryanto Azumi Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU
KH Manarul Hidayat Restui Gus Hery Haryanto Azumi Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU
Aktual
Kebakaran Hotel Al Hidayah di Makkah, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?
Kebakaran Hotel Al Hidayah di Makkah, Bagaimana Nasib Jemaah Haji Indonesia?
Aktual
Kronologi Kebakaran Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah dan Dugaan Penyebabnya
Kronologi Kebakaran Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah dan Dugaan Penyebabnya
Aktual
Bolehkah Istri Keluar Rumah Saat Bertengkar dengan Suami? Ini Penjelasan Ulama
Bolehkah Istri Keluar Rumah Saat Bertengkar dengan Suami? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Kapan Libur Tahun Baru Islam 2026? Cek Jadwal Long Weekend 1 Muharram 1448 Hijriah
Kapan Libur Tahun Baru Islam 2026? Cek Jadwal Long Weekend 1 Muharram 1448 Hijriah
Aktual
Jadwal Lengkap Puasa Sunnah Juni 2026: Ada Ayyamul Bidh, Tasua, dan Asyura
Jadwal Lengkap Puasa Sunnah Juni 2026: Ada Ayyamul Bidh, Tasua, dan Asyura
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com