Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makna Syafakallah yang Jarang Diketahui, Bukan Sekadar Doa Sembuh

Kompas.com, 28 Januari 2026, 13:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketika menjenguk orang sakit, umat Islam dianjurkan tidak sekadar hadir secara fisik, tetapi juga membawa doa dan penguatan spiritual.

Salah satu ungkapan yang paling sering terdengar adalah syafakallah dan syafakillah. Kalimat sederhana ini kerap diucapkan di rumah sakit, pesan singkat, hingga media sosial.

Namun, tidak semua orang memahami perbedaan makna, konteks penggunaan, serta nilai ibadah yang terkandung di dalamnya.

Padahal, dalam Islam mendoakan orang sakit merupakan bagian dari adab sosial sekaligus amalan yang memiliki keutamaan besar.

Doa kesembuhan bukan hanya permohonan kesehatan fisik, tetapi juga bentuk empati, solidaritas, dan pengakuan bahwa kesembuhan sejati datang dari Allah SWT.

Baca juga: Penggunaan Kata Syafakallah, Syafakillah, Syafakumullah Lengkap dengan Artinya

Doa Kesembuhan dalam Perspektif Alquran

Konsep kesembuhan dalam Islam selalu dikaitkan dengan kekuasaan Allah.

Alquran menegaskan bahwa Allah adalah sumber utama penyembuhan segala penyakit, baik lahir maupun batin.

Allah SWT berfirman:

Wa idzâ maridhtu fahuwa yasyfîn

Artinya: “Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkanku.” (QS. Asy-Syu’ara: 80)

Ayat ini menjadi dasar teologis bahwa manusia hanya berikhtiar melalui pengobatan dan perawatan medis, sementara kesembuhan hakikatnya berasal dari Allah SWT.

Karena itu, ucapan seperti syafakallah bukan sekadar basa-basi, melainkan doa yang memiliki landasan akidah kuat.

Baca juga: Keutamaan Menjenguk Orang Sakit, Didoakan 70 Ribu Malaikat Hingga Dibangunkan Rumah di Surga

Arti Syafakallah dan Syafakillah dalam Bahasa Arab

Secara bahasa, kata syafâ (شفى) berarti menyembuhkan atau memulihkan. Dalam tata bahasa Arab, perubahan akhir kata menunjukkan perbedaan objek yang didoakan.

Ungkapan syafakallah (شفاك الله) digunakan ketika mendoakan seorang laki-laki yang sedang sakit. Maknanya adalah, “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (laki-laki).”

Sementara syafakillah (شفاكِ الله) ditujukan kepada perempuan. Artinya, “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan).”

Perbedaan satu huruf kecil di akhir kata menunjukkan ketelitian bahasa Arab dalam membedakan jenis kelamin. Inilah sebabnya, penggunaan yang tepat menjadi bagian dari adab berbahasa dalam Islam.

Ragam Ucapan Doa Kesembuhan dan Penggunaannya

Selain dua ungkapan populer tersebut, terdapat beberapa variasi doa kesembuhan lain yang disesuaikan dengan jumlah orang dan jarak keberadaan orang yang didoakan.

Syafakumullah (شفاكم الله) digunakan untuk mendoakan lebih dari satu orang laki-laki.

Artinya, “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada kalian.”

Syafahullah (شفاه الله) dipakai ketika mendoakan laki-laki yang tidak berada di hadapan kita, misalnya kerabat yang sakit di kota lain.

Maknanya, “Semoga Allah menyembuhkannya.”

Syafahallah (شفاها الله) ditujukan kepada perempuan yang sedang sakit dan berada jauh dari kita.

Untuk kelompok besar, digunakan syafahumullah (شفاهم الله) bagi banyak laki-laki dan syafahunnallah (شفاهن الله) bagi banyak perempuan.

Ragam ini menunjukkan bahwa doa dalam Islam sangat memperhatikan konteks dan ketepatan bahasa, sekaligus mengajarkan kepekaan sosial dalam berkomunikasi.

Baca juga: Doa Kesembuhan untuk Orang Tua yang Sakit Lengkap dengan Artinya

Doa Kesembuhan yang Diajarkan Rasulullah

Selain ucapan umum, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus ketika menjenguk orang sakit. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi membaca:

Allâhumma rabban-nâs, adzhibil ba’sa, isyfi anta asy-syâfi, lâ syifâ’a illâ syifâ’uka, syifâ’an lâ yughadiru saqamâ

Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit.”

Doa ini menunjukkan bahwa Islam mendorong keseimbangan antara usaha lahiriah dan ketergantungan spiritual kepada Allah.

Pandangan Ulama tentang Keutamaan Mendoakan Orang Sakit

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar karya beliau menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit dan mendoakannya termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan.

Ia menegaskan bahwa doa bagi orang sakit bukan hanya bermanfaat bagi yang didoakan, tetapi juga menjadi ladang pahala bagi yang mendoakan.

Sementara itu, dalam Ihya’ Ulumiddin, Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya empati sosial dalam Islam.

Menurutnya, doa untuk orang sakit merupakan bentuk kasih sayang yang dapat melembutkan hati, memperkuat ukhuwah, dan membersihkan jiwa dari sifat egois.

Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar Al-Asqalani juga menyebutkan bahwa menjenguk orang sakit dan mendoakannya termasuk hak sesama Muslim yang harus dijaga agar kehidupan sosial tetap harmonis.

Makna Spiritual di Balik Ucapan Syafakallah

Ucapan syafakallah bukan hanya soal bahasa, tetapi mengandung nilai spiritual yang dalam. Ketika seseorang mendoakan kesembuhan orang lain, ia sedang mengakui keterbatasan manusia dan menyerahkan hasil akhir kepada Allah.

Selain itu, doa ini juga menjadi pengingat bahwa sakit bukan semata musibah, tetapi bisa menjadi sarana penghapus dosa, peningkat derajat, dan momentum mendekatkan diri kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada musibah yang menimpa seorang Muslim, termasuk sakit, kecuali Allah akan menggugurkan sebagian dosanya.

Baca juga: Doa Menjenguk Orang Sakit Sesuai Ajaran Rasulullah SAW Lengkap dengan Artinya

Adab Mengucapkan Doa Kesembuhan

Para ulama menganjurkan agar doa kesembuhan diucapkan dengan penuh empati, suara lembut, dan niat tulus.

Tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menghadirkan rasa kepedulian. Bahkan, jika tidak bisa menjenguk secara langsung, mendoakan dari kejauhan tetap bernilai ibadah.

Dalam konteks modern, ucapan syafakallah yang dikirim melalui pesan singkat atau media sosial tetap bernilai doa, selama diiringi niat yang ikhlas.

Baca juga: Sakit Hati, Cemas, Stres? Coba Self Healing dengan Tahajud

Jangan Salah Ucap, Jangan Remehkan Doa

Memahami perbedaan antara syafakallah, syafakillah, dan variasi lainnya bukan hanya soal tata bahasa Arab, tetapi juga mencerminkan kesungguhan seorang Muslim dalam menjaga adab dan kepekaan sosial.

Lebih dari itu, doa kesembuhan adalah bukti bahwa Islam mengajarkan kepedulian, kasih sayang, dan solidaritas antar sesama.

Di tengah dunia yang semakin individualistis, satu kalimat doa bisa menjadi sumber kekuatan spiritual yang tak ternilai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa
Shalat Taubat: Niat, Doa, dan Cara Ampuh Menghapus Dosa
Doa dan Niat
Sejarah Ngabuburit di Indonesia: Dari Istilah Sunda Menjadi Tradisi Nusantara di Bulan Puasa
Sejarah Ngabuburit di Indonesia: Dari Istilah Sunda Menjadi Tradisi Nusantara di Bulan Puasa
Aktual
Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Prediksi Awal dan Tips Persiapannya
Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Prediksi Awal dan Tips Persiapannya
Aktual
Doa Pagi Hari: Amalan Sunnah Agar Hari Penuh Berkah dan Rezeki
Doa Pagi Hari: Amalan Sunnah Agar Hari Penuh Berkah dan Rezeki
Doa dan Niat
Nifas dalam Islam: Pengertian, Dalil, Hukum, dan Ketentuannya bagi Muslimah
Nifas dalam Islam: Pengertian, Dalil, Hukum, dan Ketentuannya bagi Muslimah
Doa dan Niat
Mudik Lebaran 2026 Ciptakan Silaturahmi Aman dan Nyaman
Mudik Lebaran 2026 Ciptakan Silaturahmi Aman dan Nyaman
Aktual
Puasa Ramadhan: Cara Islam Menaikkan Derajat Spiritual Manusia
Puasa Ramadhan: Cara Islam Menaikkan Derajat Spiritual Manusia
Aktual
Cuaca Arab Saudi Berubah, Hujan Berpotensi Guyur Makkah hingga Kamis
Cuaca Arab Saudi Berubah, Hujan Berpotensi Guyur Makkah hingga Kamis
Aktual
Renungan Ramadhan: Antara Kualitas dan Kuantitas Amal
Renungan Ramadhan: Antara Kualitas dan Kuantitas Amal
Aktual
Makna Syafakallah yang Jarang Diketahui, Bukan Sekadar Doa Sembuh
Makna Syafakallah yang Jarang Diketahui, Bukan Sekadar Doa Sembuh
Doa dan Niat
Doa Nabi Daud untuk Cinta Allah dan Hati yang Tenang
Doa Nabi Daud untuk Cinta Allah dan Hati yang Tenang
Doa dan Niat
Cincin Hilang di Parkiran, Polisi Dubai Datang Tengah Malam dan Kembalikan dalam Hitungan Jam
Cincin Hilang di Parkiran, Polisi Dubai Datang Tengah Malam dan Kembalikan dalam Hitungan Jam
Aktual
Jelang Ramadhan, Polda Metro Jaya Gelar Operasi Pekat Jaya 2026
Jelang Ramadhan, Polda Metro Jaya Gelar Operasi Pekat Jaya 2026
Aktual
Gladi Posko Armuzna, Petugas Haji Tangani Jamaah Salah Maktab dan Kelelahan di Arafah
Gladi Posko Armuzna, Petugas Haji Tangani Jamaah Salah Maktab dan Kelelahan di Arafah
Aktual
Kekeringan dan Karhutla Meluas, Warga Aceh Barat Gelar Shalat Istisqa
Kekeringan dan Karhutla Meluas, Warga Aceh Barat Gelar Shalat Istisqa
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com