Editor
KOMPAS.com - Momen Idul Fitri 2026 tidak hanya diisi dengan silaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga menjadi waktu yang penuh makna untuk ziarah kubur. Tradisi ini dilakukan banyak umat Islam sebagai bentuk doa dan bakti kepada orang tua serta keluarga yang telah wafat.
Ziarah kubur bukan sekadar tradisi, melainkan amalan sunnah yang dianjurkan karena dapat melunakkan hati, mengingatkan kematian, serta menjadi sarana mendoakan ahli kubur.
Berikut panduan lengkap doa ziarah kubur mulai dari salam hingga doa penutup, lengkap dengan teks Arab, latin, dan terjemahannya.
Baca juga: Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Ini Hukum dan Doanya
Ziarah kubur memiliki banyak keutamaan, di antaranya:
Doa dari orang yang hidup diyakini dapat memberi ketenangan dan meringankan keadaan ahli kubur.
Saat memasuki area pemakaman, dianjurkan membaca salam berikut:
Arab:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
Latin:
Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn.
Artinya:
"Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan, dan kami insyaallah akan menyusul kalian."
Setelah salam, biasanya dilanjutkan dengan bacaan tahlil, di antaranya:
Rangkaian ini bertujuan untuk menghadiahkan pahala kepada ahli kubur.
Setelah tahlil, bacalah doa berikut:
Teks Arab:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ، حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُّوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحِمَّدٍ
Latin:
A‘ûdzubillâhi minasy-syaithânir-rajîm, bismillâhir-raḥmânir-raḥîm, al-ḥamdulillâhi rabbil-‘ālamîn, ḥamdasy syākirīn, ḥamdan nā‘imīn, ḥamdan yuwāfī ni‘amahu wa yukāfī’u mazīdah(u), yā rabbanā lakal-ḥamdu kamā yanbaghī lijalāli wajhika wa ‘aẓīmi sulṭānika, allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā āli sayyidinā Muḥammad.
Artinya:
"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam..."
Arab:
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، اَللّٰهُمَّ أَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ
Latin:
Allâhummaghfirlahum warḥamhum wa ‘āfihim wa‘fu ‘anhum, allâhumma anzilir-raḥmata wal-maghfirata ‘alā ahlil-qubûri min ahli lâ ilâha illallâh muḥammadur rasûlullâh.
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, dan maafkanlah mereka. Turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur."
Agar ziarah lebih bermakna, perhatikan adab berikut:
Adapun waktu ziarah sebenarnya bebas, namun sebagian ulama menyebut waktu terbaik adalah antara Kamis sore hingga Jumat pagi, karena diyakini ruh lebih dekat dengan kuburnya.
Baca juga: Doa Ziarah Kubur Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya.
Ziarah kubur di hari Idul Fitri bukan hanya tentang mengenang, tetapi juga tentang menguatkan iman dan menyadarkan diri akan kehidupan akhirat.
Di tengah kebahagiaan Lebaran, momen ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT. Doa yang kita kirimkan hari ini, kelak mungkin akan kita butuhkan.
Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang