Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Keutamaan Menjadi Muadzin Lengkap dengan Bacaan Adzan dan Iqomah

Kompas.com, 23 Agustus 2025, 16:30 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Secara bahasa adzan berarti panggilan atau pemberitahuan. Sedangkan secara istilah, adzan adalah lafadz-lafadz tertentu yang disyariatkan, dilakukan pada waktu-waktu tertentu sebagai pemberitahuan bahwa waktu sholat telah tiba.

Sedangkan Muadzin adalah orang yang mengumandangkan adzan. Syarat menjadi muadzin adalah laki-laki, berakal, baligh atau sudah dewasa, mengetahui waktu sholat, dan hendaknya bersuara keras dan merdu.

Baca juga: Bacaan Adzan Subuh: Arab, Latin, Arti, dan Cara Menjawabnya

Hukum Mengumandangkan Adzan

Hukum dari mengumandangkan adzan adalah fardhu kifayah, artinya, jika sudah ada yang menyerukan adzan, maka gugurlah kewajiban muslim lainnya. Adapun mengenai kewajiban untuk menyeru adzan ini, diperintahkan dalam hadits Rasulullah SAW berikut:

“Jika telah tiba waktu sholat, hendaklah salah satu di antara kalian beradzan dan hendaklah orang yang paling bagus bacaannya diantara kalian menjadi imam.” (H.R. Muslim).

Lafadz Adzan dan Iqomah

Lafadz Adzan

Arab:

(٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
(٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
(٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
(٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
(١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
(١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Latin:

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya 'alashsholaah (2x)
Hayya 'alalfalaah (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)

Artinya:

Allah Maha Besar
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah
Marilah sholat
Marilah menuju kepada kejayaan
Allah Maha Besar
Tiada Tuhan selain Allah.

Baca juga: Doa Setelah Adzan: Bacaan Lengkap dan Keutamaannya

Lafadz Iqomah

Arab:

اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ
أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةِ (٢x)
اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ
لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

Latin:

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Asyhadu allaa illaaha illallaah
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah
Hayya 'alashsholaah
Hayya 'alalfalaah
Qod qoomatish sholaah (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar
Laa ilaaha illallaah

Artinya:

Allah Maha Besar
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah
Marilah sholat
Marilah menuju kepada kejayaan
Sungguh sholat telah ditegakkan
Allah Maha Besar
Tiada Tuhan selain Allah.

Baca juga: Bacaan Sholawat Tarhim: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Keutamaan Muadzin

Berikut beberapa keutamaan menjadi muadzin:

Muadzin Mengumandangkan Sebaik-baik Perkataan

Allah SWT berfirman: “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (Q.S. Fushilat: 33).

Menurut Aisyah RA., yang dimaksudkan pada ayat di atas adalah para muadzin yang mengumandangkan adzan.

Semua Makhluk Menjadi Saksi

Sesungguhnya adzan yang dikumandangkan oleh muadzin akan didengarkan oleh semua makhluk Allah dan mereka akan menjadi saksi bagi muadzin yang mengumandangkannya pada hari kiamat.

Rasulullah SAW bersabda: “Suaranya (muadzin) tidaklah didengar oleh pohon, lumpur (tanah liat), batu, jin, dan manusia kecuali bersaksi untuknya.” (H.R. Ibnu Khuzaimah).

Mendapatkan Pahala seperti Orang yang Berjamaah Bersamanya

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang yang berdiri di) shaf depan, dan muadzin diampuni sejauh jangkauan suaranya, dan yang mendengarnya baik yang basah maupun yang kering membenarkannya dam dia mendapatkan pahala (seperti) orang yang sholat berjamaah bersamanya.” (H.R. Ahmad dan An Nasai).

Keutamaan Muadzin pada Hari Kiamat

Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah SAW bersabda: “Para muadzin adalah golongan manusia yang paling panjang lehernya di hari kiamat.” (H.R. Muslim).

Dalam menafsirkan hadits di atas, beberapa ulama mempunyai beberapa pendapat yang berbeda. Ada sebagian ulama yang menafsirkan secara tekstual, bahwa para muadzin mempunyai leher yang panjang pada hari kiamat.

Sebagian lain menafisirkan secara kias, bahwa yang dimaksud panjang lehernya adalah pada hari kiamat ketika manusia berkeringat dan tergenang oleh keringatnya sendiri, ada yang sampai mata kaki, pinggang, mulut, bahkan ada yang tenggelam oleh keringatnya sendiri. Namun para muadzin akan diselamatkan oleh Allah dari hal tersebut (tenggelam dalam keringatnya).

Baca juga: Bacaan Sholawat Jibril: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Para Muadzin akan Dibebaskan dari Api Neraka

Abdullah ibnu Mas’ud RA. berkata: "Ketika kami bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan tiba-tiba kami mendengar muadzin sedang menucapkan “Allahu akbar, Allahu akbar” maka berkatalah Nabi SAW: “dalam keadaan fitrah”. Lalu muadzin mengucapkan “Asyhadu anlaa ilaaha illallaah” maka Nabi SAW bersabda: “keluar dari neraka” maka kami bergegas (untuk melihat siapa gerangan orang itu), ternyata dia adalah seorang penggembala yang menjumpai waktu sholat, lalu ia kumandangkan adzan.” (H.R. Ahmad).

Para Muadzin Merupakan Hamba Pilihan Allah SWT

Dari ibnu Abi Aufa RA., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya hamba-hamba Allah yang terpilih adalah orang-orang yang menjaga matahari, bulan, dan bintang gemintang untuk dzikir kepada Allah Ta’ala.” (H.R. At Thabrani, Al Bazzar, dan Al Hakim).

Pengertian dari menjaga matahari, bulan, dan bintang gemintang untuk dzikir kepada Allah Ta’ala adalah menentukan waktu-waktu sholat kemudian mengumandangkan adzan untuk menyeru orang agar melaksanakan ibadah tersebut.

Pahala menjadi Muadzin dalam Jangka Waktu yang Panjang

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa mengumandangkan adzan selama dua belas tahun, maka surga wajib baginya dan ditulis untuknya enam puluh kebaikan dengan adzannya setiap hari dan dengan iqamatnya tiga puluh kebaikan.” (HR. Ibnu Majah, Ad Daruquthni, dan Al Hakim)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
11 PTKIN Berhasil Masuk 100 Universitas Terbaik Versi Webometrics Juli 2026, Cek Peringkat Kampusmu!
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Bulan Safar, Bulan Sial bagi yang Maksiat, Berkah bagi yang Taat
Aktual
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Mad Thobi'i: Pengertian, Hukum, Ciri-ciri, Jenis, dan Contohnya dalam Ilmu Tajwid
Aktual
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih
Aktual
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Khutbah Jumat 24 Juli 2026: Benarkah Penderitaan Membuat Kita Lebih Dekat dengan Allah SWT?
Aktual
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Mengapa Membaca Al-Quran Harus dengan Tajwid dan Tartil? Ini Penjelasannya
Aktual
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
11 PTKIN Tembus Top 100 Webometrics Juli 2026, UIN Sunan Kalijaga Jadi yang Terbaik di Indonesia
Aktual
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Doa dan Niat
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
Aktual
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat 'Islam 4S' di Kroya
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat "Islam 4S" di Kroya
Aktual
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Aktual
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar