Editor
KOMPAS.com — Gelombang udara dingin dilaporkan semakin menguat dan menyebabkan penurunan suhu signifikan di sejumlah wilayah Arab Saudi.
Pusat Meteorologi Nasional (National Centre for Meteorology/NCM) menyatakan suhu diperkirakan terus turun dalam beberapa hari ke depan, disertai angin aktif yang memperparah rasa dingin di berbagai kawasan Kerajaan.
Menurut NCM, penurunan suhu ini berdampak luas, mencakup wilayah Makkah dan Madinah, Tabuk, Al Jouf, Perbatasan Utara (Northern Borders), Hail, Al Qassim, Riyadh, hingga Provinsi Timur. Warga diminta bersiap menghadapi kondisi cuaca yang semakin dingin.
Baca juga: Gelombang Dingin Landa Arab Saudi, Suhu Turun hingga Nol Derajat
Para peramal cuaca menyebutkan, wilayah Tabuk menjadi salah satu daerah yang paling terdampak, dengan suhu diperkirakan turun lebih jauh dan diiringi angin kencang yang meningkatkan faktor dingin (wind chill).
Kondisi udara dingin juga diperkirakan bertahan di wilayah-wilayah terdampak lainnya dalam beberapa hari mendatang.
NCM mencatat, sejumlah kegubernuran mencatat suhu terendah di Arab Saudi pada Minggu. Kota Arar, Qurayyat, dan Turaif masing-masing mencatat suhu nol derajat Celsius, menjadikannya wilayah terdingin di Kerajaan saat ini.
Sementara itu, suhu di Rafha turun hingga tiga derajat Celsius, sedangkan Sakaka mencatat empat derajat Celsius.
Kedua wilayah tersebut masuk dalam daftar daerah terdingin selama periode gelombang dingin yang sedang berlangsung.
Baca juga: Waspada! Gelombang Dingin Minus 2 Derajat Terjang 7 Wilayah di Arab Saudi
Otoritas setempat mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah utara, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca dingin ekstrem.
Warga diminta mengambil langkah pencegahan, terutama pada dini hari dan malam hari, mengingat suhu rendah dan angin kencang masih diperkirakan akan terus terjadi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang