Editor
KOMPAS.com-Kalender Hijriyah adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam untuk menentukan hari-hari besar keagamaan.
Berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis peredaran matahari, kalender Hijriah berbasis peredaran bulan (lunar calendar).
Setiap bulan dalam kalender Hijriyah memiliki makna yang mendalam, baik secara historis maupun filosofis.
Baca juga: Lengkap! Kalender Hijriyah 2026 dan Hari Besar Islam
Berikut adalah nama-nama bulan Hijriyah beserta makna dan asal-usulnya, dilansir dari Antara:
Muharram berarti "yang dihormati". Bulan ini merupakan salah satu bulan haram dalam Islam, di mana peperangan dilarang. Masyarakat Arab pra-Islam sangat menghormati bulan ini, dan penghormatan tersebut tetap dipertahankan dalam Islam.
Safar berasal dari kata "ashfar" yang berarti kuning, merujuk pada wabah penyakit kuning yang terjadi pada masa lalu. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa nama ini berasal dari kata "shifrun", yang berarti kosong, menggambarkan rumah-rumah yang kosong karena penduduknya pergi berperang.
Rabi'ul Awal mengacu pada musim semi, dengan kata "rabi'" yang berarti musim hujan atau rerumputan hijau. Bulan ini juga dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, menjadikannya bulan yang sangat penting dalam sejarah Islam.
Rabi'ul Akhir mengikuti Rabi'ul Awal dan masih merujuk pada musim semi. Nama bulan ini mencerminkan inti dari musim semi dalam penanggalan masyarakat Arab pada masa itu.
Jumadil Awal berasal dari kata "jumadi" yang berarti beku, yang merujuk pada musim dingin yang sangat ekstrem, di mana air diyakini membeku. Hal ini mencerminkan kondisi alam yang keras di sebagian wilayah Arab.
Baca juga: Mengenal Nama-nama Hari dalam Bahasa Arab dan Nama-nama Bulan Kalender Hijriyah
Jumadil Akhir juga merujuk pada musim dingin yang panjang. Kata "jumad" berarti beku, menggambarkan cuaca dingin yang ekstrem, mirip dengan bulan sebelumnya.
Rajab termasuk bulan haram dalam Islam. Nama Rajab berasal dari kata "tarjib" yang berarti menghormati atau mengagungkan. Pada bulan ini, masyarakat Arab menghentikan peperangan sebagai bentuk penghormatan.
Syaban berasal dari kata "sya'aba" yang berarti berpencar, mengacu pada kebiasaan masyarakat Arab yang berpencar untuk mencari air atau bepergian. Syaban terletak di antara bulan Rajab dan Ramadan, yang merupakan bulan mulia dalam Islam.
Ramadhan berasal dari kata "ramadha" yang berarti panas yang membakar, merujuk pada bulan suci yang sering bertepatan dengan musim panas. Di bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Syawal berasal dari kata "syawwala" yang berarti naik atau meninggi. Salah satu penafsirannya merujuk pada gerakan ekor unta saat musim kawin. Pada masa Jahiliyah, bulan ini dianggap sial untuk menikah, namun Islam membatalkan kepercayaan tersebut.
Zulqadah berarti "bulan duduk", karena pada bulan ini masyarakat Arab berhenti berperang dan melakukan perjalanan jauh sebagai persiapan untuk melaksanakan ibadah haji. Zulqadah juga termasuk salah satu bulan haram dalam Islam.
Zulhijah berarti "bulan haji", karena ibadah haji dilaksanakan pada bulan ini. Zulhijah adalah bulan penutup dari rangkaian tiga bulan haji: Syawwal, Zulqadah, dan Zulhijah.
Bulan ini juga termasuk bulan haram dan memiliki makna penting sebagai waktu pelaksanaan haji.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang