Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Persiapan Haji Kian Matang, Menhaj Pastikan Layanan Utama Hampir Rampung

Kompas.com, 8 Januari 2026, 13:34 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf memastikan proses persiapan penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci telah berjalan cukup jauh dan menunjukkan perkembangan signifikan.

Sejumlah layanan utama bagi jamaah haji Indonesia bahkan telah memasuki tahap finalisasi.

“Kita sudah memastikan dua syarikah yang akan melayani jamaah haji Indonesia. Selain itu, lokasi-lokasi di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina, juga sudah dipastikan,” ujar Irfan Yusuf saat ditemui di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Danantara Targetkan Bangun Kompleks Haji di Makkah: Kapasitas 22.000 Jamaah

Irfan menjelaskan, sebagian besar layanan utama seperti transportasi, konsumsi, dan akomodasi di Arab Saudi telah disiapkan.

Untuk transportasi dan konsumsi jamaah haji, progresnya telah mencapai 100 persen. Sementara itu, akomodasi di Madinah telah terealisasi sekitar 93 persen.

“Untuk akomodasi di Makkah memang belum terlalu signifikan, tetapi insyaallah dalam waktu dekat ini akan bisa kita pastikan dan segera selesai,” katanya.

Dalam proses penetapan penyedia layanan, Irfan mengakui adanya sejumlah tantangan, termasuk upaya berbagai pihak yang ingin memasukkan kepentingan agar layanan mereka digunakan.

Namun, ia menegaskan prinsip akuntabilitas dan transparansi tetap menjadi pegangan utama pemerintah.

“Prinsip kita tetap lurus. Kita harus akuntabel dan transparan dalam setiap proses,” tegasnya.

Terkait penerbangan jamaah haji, Irfan memastikan seluruh jadwal telah difinalisasi lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya.

Jika pada tahun lalu penetapan jadwal penerbangan dilakukan mendekati hari keberangkatan, tahun ini seluruh persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari.

Baca juga: Janji Keberangkatan Tak Terpenuhi, Kemenhaj Dalami Aduan Haji Furoda 2025

“Permintaan jam terbang ke Saudi juga sudah diajukan oleh dua maskapai, yaitu Saudia Airlines dan Garuda Indonesia. Insyaallah tidak ada kendala signifikan terkait penerbangan,” ujarnya.

Selain layanan di Arab Saudi, kesiapan embarkasi haji di dalam negeri juga telah dirampungkan.

Tahun ini, pemerintah menambah dua embarkasi baru, yakni Embarkasi Banten untuk melayani sebagian jamaah dari Jawa Barat, serta Embarkasi Yogyakarta.

Embarkasi Yogyakarta dinilai cukup istimewa karena menjadi embarkasi tanpa asrama haji. Sebagai gantinya, pemerintah menggunakan hotel untuk keperluan persiapan keberangkatan maupun kepulangan jamaah.

“Kita menggunakan hotel sebagai pengganti asrama haji. Ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi daerah lain yang belum memiliki asrama haji,” jelas Irfan.

Meski demikian, Irfan mengakui masih terdapat sejumlah asrama haji di daerah lain yang membutuhkan perbaikan, terutama dari sisi fisik bangunan.

“Kita upayakan sebelum hari H keberangkatan jamaah haji, asrama-asrama yang kurang layak bisa kita perbaiki,” pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com