Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menag: Al Azhar Siap Kirim 1.000 Ahli Bahasa Arab ke Indonesia

Kompas.com, 23 Januari 2026, 13:24 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Kabar besar datang dari Mesir. Universitas Al Azhar menyatakan kesiapan memberikan asistensi langsung kepada perguruan tinggi keagamaan di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Bentuknya bukan sekadar kerja sama simbolik, tetapi pengiriman dosen hingga ratusan ahli Bahasa Arab ke Tanah Air.

Hal ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar sepulang dari kunjungan kerja beberapa hari ke Mesir.

Al Azhar bersedia mengirim dosen-dosen yang diperlukan Indonesia, terutama Bahasa Arab. Bahkan 200 sampai 1.000 tenaga ahli Bahasa Arab Mesir siap datang ke Indonesia,” ujar Menag di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Baca juga: Menag Usahakan Al-Azhar Buka di Indonesia, Mahasiswa Tak Perlu ke Mesir

Buah Diplomasi Pendidikan Indonesia–Mesir

Menurut Nasaruddin, tawaran asistensi ini merupakan hasil pembicaraan intensif antara pemerintah Indonesia dengan otoritas Al Azhar dan pemerintah Mesir.

Kerja sama ini tidak hanya menyentuh aspek pendidikan, tetapi juga penguatan hubungan dua negara mayoritas Muslim yang dikenal moderat.

“Al Azhar sangat mendukung kerja sama ini, bukan hanya soal pendidikan, tetapi berbagai kepentingan strategis antara Indonesia dan Mesir,” ujarnya.

Rencananya, pemerintah Mesir akan berkunjung ke Indonesia pada April 2026 untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) sekaligus membahas program strategis lanjutan.

Indonesia Punya Peran Strategis di Dunia Islam

Dalam sejumlah pertemuan dengan pejabat Mesir dan ulama dunia, Menag mengungkap adanya pengakuan terhadap posisi Indonesia yang dinilai sangat strategis dalam pengembangan sains dan teknologi di dunia Islam, khususnya dalam bidang Artificial Intelligence (AI).

Hal ini mengemuka dalam diskusinya bersama Menteri Wakaf Mesir, Usamah Al-Sayyid Al-Azhari.

“Kita diminta mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi, terutama AI, supaya itu bisa menjadi kekuatan pengembangan peradaban, bukan malah melemahkan peradaban Islam,” jelas Nasaruddin.

Ditantang Jadi Episentrum Peradaban Islam Modern

Pengakuan para ulama internasional terhadap Indonesia, menurut Menag, bukan sekadar pujian, tetapi tantangan besar.

Indonesia dinilai sebagai negara yang paling aman dan strategis untuk mengembangkan sains, teknologi, dan peradaban Islam modern.

Baca juga: Grand Syekh Al Azhar Pemimpin MHM Sampaikan Duka atas Ponpes Ambruk di Sidoarjo

“Indonesia ini dituntut dan ditantang menjadi episentrum baru pengembangan peradaban dunia Islam modern,” tegasnya.

Kerja sama dengan Al Azhar diharapkan memperkuat kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia, terutama dalam penguasaan Bahasa Arab sebagai pintu utama khazanah keilmuan Islam, sekaligus menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman melalui sains dan teknologi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Terkini Lainnya
Suhu Arab Saudi Anjlok hingga -3 Derajat, Embun Beku Selimuti Wilayah Perbatasan Utara
Suhu Arab Saudi Anjlok hingga -3 Derajat, Embun Beku Selimuti Wilayah Perbatasan Utara
Aktual
Suhu Arab Saudi Anjlok hingga -3 Derajat, Embun Beku Selimuti Wilayah Perbatasan Utara
Suhu Arab Saudi Anjlok hingga -3 Derajat, Embun Beku Selimuti Wilayah Perbatasan Utara
Aktual
Tanggal Berapa Puasa 2026? Ini Perkiraan Awal Ramadan & Versi Muhammadiyah
Tanggal Berapa Puasa 2026? Ini Perkiraan Awal Ramadan & Versi Muhammadiyah
Aktual
Bulan Syaban Jadi Saksi Pernikahan Rasulullah dan Hafshah
Bulan Syaban Jadi Saksi Pernikahan Rasulullah dan Hafshah
Doa dan Niat
5 Dzikir Saat Hidup Sulit: Penawar Hati di Tengah Tekanan Meninggi
5 Dzikir Saat Hidup Sulit: Penawar Hati di Tengah Tekanan Meninggi
Doa dan Niat
Potensi Zakat dan Wakaf Rp 480 Triliun, Wamenag: Bisa Jadi Motor Keadilan Sosial Nasional
Potensi Zakat dan Wakaf Rp 480 Triliun, Wamenag: Bisa Jadi Motor Keadilan Sosial Nasional
Aktual
Sampai Kapan Puasa Qadha Ramadan? Ini Batas Akhir Resminya
Sampai Kapan Puasa Qadha Ramadan? Ini Batas Akhir Resminya
Aktual
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 18 Februari, Lebaran 20 Maret 2026: Ini Jadwal Lengkapnya
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 18 Februari, Lebaran 20 Maret 2026: Ini Jadwal Lengkapnya
Aktual
Tazkiyatun Nafs: Menyucikan Diri Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Tazkiyatun Nafs: Menyucikan Diri Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Doa dan Niat
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Idul Fitri & Cuti Bersama Lengkap Berikut Hitung Mundur Puasa
Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Idul Fitri & Cuti Bersama Lengkap Berikut Hitung Mundur Puasa
Aktual
Benarkah Puasa Setelah Nisfu Syaban Dilarang? Ini Jawabannya
Benarkah Puasa Setelah Nisfu Syaban Dilarang? Ini Jawabannya
Aktual
Awas! Inilah 12 Perkara yang Dapat Menghapus Pahala dan Menjadikan Amal Sia-sia
Awas! Inilah 12 Perkara yang Dapat Menghapus Pahala dan Menjadikan Amal Sia-sia
Aktual
MUI Minta Pemerintah Tegas soal Dewan Perdamaian Bentukan Trump
MUI Minta Pemerintah Tegas soal Dewan Perdamaian Bentukan Trump
Aktual
Qadha Puasa Ramadhan: Bolehkah Tidak Berurutan dan Bagaimana Jika Tertunda?
Qadha Puasa Ramadhan: Bolehkah Tidak Berurutan dan Bagaimana Jika Tertunda?
Aktual
MUI Sebut Dewan Perdamaian Bentukan Trump Berbau Neokolonialisme
MUI Sebut Dewan Perdamaian Bentukan Trump Berbau Neokolonialisme
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com