Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Puasa Nazar? Berikut Penjelasan Hukum dan Tata Caranya

Kompas.com, 16 Agustus 2025, 19:00 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa puasa yang wajib dilaksanakan, salah satunya adalah puasa nazar.

Setiap muslim yang telah bernazar untuk berpuasa wajib menunaikannya, sebab jika ditinggalkan akan berdosa.

Hal ini ditegaskan dalam hadis riwayat Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barangsiapa yang bernazar untuk taat pada Allah, maka penuhilah nazar tersebut. Barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat kepada Allah, maka janganlah ia bermaksiat kepada-Nya.” (HR. Bukhari no. 6696).

Baca juga: Puasa Daud: Bacaan Niat, Tata Cara, dan Manfaatnya Lengkap

Makna Puasa Nazar dalam Islam

Dilansir dari laman Baznas, secara bahasa, nazar berasal dari kata Arab “an-nadzru” yang berarti janji.

Dalam Islam, nazar dipahami sebagai janji untuk melakukan ibadah yang awalnya tidak wajib, tetapi menjadi wajib karena dirinya sendiri yang mewajibkannya.

Umumnya nazar dilakukan pada amalan kebaikan, tidak sah bila diniatkan untuk hal mubah, makruh, atau haram.

Contohnya, seseorang bernazar akan berpuasa Senin-Kamis selama sebulan jika lulus dari universitas, maka puasa tersebut wajib ia laksanakan.

Namun, jika seseorang bernazar untuk melaksanakan puasa Ramadhan, maka nazar itu tidak berlaku karena puasa Ramadhan memang sudah wajib hukumnya.

Baca juga: 5 Keutamaan Puasa Senin Kamis Lengkap dengan Niat, Doa Berbuka: Arab, Latin, Artinya

Cara Melaksanakan Puasa Nazar

Tata cara puasa nazar pada dasarnya sama dengan puasa wajib atau sunnah lainnya.

Pertama, niat dilakukan pada malam hari sebelum berpuasa.

Kedua, dianjurkan makan sahur sebagai keberkahan bagi orang yang berpuasa.

Ketiga, menahan diri dari makan, minum, dan hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Keempat, membaca doa berbuka puasa sebagaimana biasanya ketika waktu Magrib tiba.

Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh Bulan Agustus 2025: Niat, Waktu, dan Keutamaannya

Niat Puasa Nazar

Adapun bacaan niat puasa nazar adalah sebagai berikut:

Nawaitu shauma ghodin an adaai shauman nadzri lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa besok pagi menunaikan puasa nazar karena Allah Ta’ala.

Puasa nazar merupakan wujud kesungguhan seorang muslim dalam menepati janji ibadahnya.

Menunaikan nazar yang diniatkan menjadi bagian dari ketaatan kepada Allah SWT sekaligus menjaga amanah yang diucapkan.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com