KOMPAS.com - Nabi Ilyas AS adalah salah satu nabi yang disebut dalam Alquran dan dipercayai memiliki kisah unik serta penuh perenungan.
Ia diutus untuk mengajak Bani Israil kembali kepada tauhid, namun dakwahnya tidak mudah diterima oleh kaumnya.
Bahkan dalam tradisi tertentu, terdapat keyakinan bahwa beliau masih hidup hingga hari ini sebuah keyakinan yang sarat makna spiritual.
Dalam Alquran, Nabi Ilyas AS disebutkan sebagai salah satu rasul Allah dan termasuk orang-orang yang saleh. Nama Nabi Ilyas tercantum dalam Surat As-Saffat dan Surat Al-An’am:
Tradisi Islam menyatakan bahwa Nabi Ilyas AS adalah keturunan keempat dari Nabi Harun AS, terlahir ke dalam keluarga yang dikenal di kalangan Bani Israil.
Baca juga: Ketika Nabi Pergi, Umat Bertobat: Kisah Nabi Yunus AS
Dikutip dari buku Kisah-kisah Pembebasan dalam Qur'an karya Eko Prasetyo, Nabi Ilyas AS diutus kepada Bani Israil yang kembali melakukan penyembahan berhala setelah masa Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS.
Kaum ini dikenal menyembah berhala bernama Ba’al yang dibuat dari emas dan dipusatkan di tempat ibadah.
Dalam perjuangan dakwahnya, Nabi Ilyas AS menyerukan kepada kaumnya untuk bertauhid kepada Allah SWT dan meninggalkan penyembahan pada simbol-simbol selainNya. Namun suara seruan beliau kerap diabaikan, bahkan dicegah dengan cemoohan.
Salah satu peristiwa penting yang dikaitkan dengan Nabi Ilyas AS adalah doanya yang menyebabkan hujan turun setelah kekeringan panjang, sebagai bentuk tanda kebesaran Allah SWT.
Dalam kisah ini, Nabi Ilyas memancing para penyembah Ba’al untuk menunjukkan apakah ilah mereka mampu mendatangkan hujan dan nyatanya hanya doa kepada Allah yang dikabulkan.
Setelah itu, beliau sempat menjadi buronan kaum penyembah berhala yang menganggap dakwahnya sebagai ancaman.
Beliau bersembunyi di sebuah gua dan Allah SWT menjaga beliau dengan mengirim burung yang membawa makanan serta minuman.
Ketika musuh-musuhnya mengepung, Allah mendatangkan azab berupa gempa yang menghancurkan kaum yang ingkar itu.
Baca juga: Kisah Musa dan Harun, Dakwah Lembut di Hadapan Penguasa Zalim
Salah satu aspek yang paling banyak dibicarakan tentang Nabi Ilyas AS adalah keyakinan bahwa beliau masih hidup hingga sekarang.
Menurut narasi yang berkembang, ketika malaikat Izrail datang untuk mencabut nyawanya, Nabi Ilyas AS meminta agar ajalnya ditunda sampai hari kiamat karena rasa malu merasa belum cukup berzikir kepada Allah SWT. Allah pun mengabulkan permohonan itu.
Namun perlu ditegaskan bahwa keyakinan tentang Nabi Ilyas AS masih hidup hingga hari ini bukanlah doktrin agama yang mutlak dalam semua mazhab Islam.
Ini lebih merupakan tradisi cerita dan tafsir populer yang berkembang di kalangan umat Muslim dan tidak disebut secara tegas dalam nash Alquran maupun hadis sahih.
Banyak ulama menjelaskan bahwa kisah tersebut merupakan penafsiran spiritual tentang kedekatan dan keistimewaan beliau, bukan fakta historis yang bisa dibuktikan secara empiris.
Baca juga: Kisah Nabi Yusuf di Balik Jeruji dan Makna Kekuasaan yang Adil
Terlepas dari perdebatan mengenai apakah Nabi Ilyas AS masih hidup hingga kini, kisah perjuangannya tetap menghadirkan pelajaran moral yang kuat.
Ia tampil sebagai sosok yang teguh dalam iman di tengah penolakan kaumnya yang berpaling pada penyembahan berhala.
Meski seruannya berulang kali ditolak, Nabi Ilyas AS tidak bergeser dari dakwah tauhid, menunjukkan bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh banyaknya pengikut, melainkan oleh kesetiaan kepada perintah Allah SWT.
Keteguhan itu disertai kesabaran dan kepasrahan mendalam. Nabi Ilyas AS menghadapi tantangan bukan dengan kemarahan, melainkan dengan doa dan keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi hamba-Nya yang sabar.
Dalam riwayat-riwayat selanjutnya, ajaran tauhid yang dibawanya diteruskan oleh murid setianya, Nabi Ilyasa AS, menegaskan bahwa perjuangan kenabian tidak berhenti pada satu generasi, tetapi berlanjut sebagai amanah spiritual lintas zaman.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang