Penulis
KOMPAS.com - Saat ini umat Islam memasuki bulan Rajab. Bulan Rajab termasuk satu dari empat bulan haram. Bulan haram adalah bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan haram, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa.
Bila puasa bulan haram bertepatan dengan hari senin atau kamis, bolehkah meniatkan puasa untuk keduanya? Dan apakah seseorang akan mendapatkan dua pahala dari puasa tersebut? Berikut penjelasan para ulama.
Baca juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan, Hukum, Waktu, dan Tata Cara Lengkapnya
Masih terjadi perselisihan mengenai bolehkah menggabungkan dua niat ibadah sunnah. Imam Suyuthi dalam kitab Al Asybah wan Nadhair menyebutkan bolehnya menggabungkan dua niat dalam satu ibadah sunnah.
Pendapat Imam Suyuthi tersebut didasarkan pada bolehnya meniatkan mandi hari raya dengan mandi shalat Jumat. Jika terjadi gerhana matahari saat hari raya, maka diperbolehkan juga niat shalat ied dengan shalat kusuf.
Adapun dalam hal puasa, seseorang boleh meniatkan dua puasa, misalnya puasa Arafah yang jatuh pada hari Senin, maka boleh meniatkan puasa hari Arafah dan puasa hari Senin.
Sementara Imam Abdurrahman As Sa'di dalam kitab Qawa’id Muhimmah menjelaskan bahwa ibadah yang jenisnya sama dan tata cara pelaksanaannya sama, maka cukup dengan meniatkan salah satunya.
Kedua pendapat ini tentunya boleh diikuti. Untuk urusan pahala, semuanya diserahkan kepada Allah SWT. Sebab niat ibadah yang utama adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan keridhaan-Nya.
Baca juga: Niat Puasa Senin Kamis di Bulan Rajab: Bacaan, Waktu, dan Keutamaannya
Ketika mengikuti pendapat yang membolehkan menggabungkan dua niat puasa, berikut ini niat yang bisa dibaca untuk puasa Rajab sekaligus puasa Senin Kamis.
Berikut niat puasa Rajab sekaligus digabung dengan niat puasa Senin.
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ وَشَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumil istnaini wa syahri rajaba sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya:
Saya niat puasa pada hari Senin dan puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah Ta'ala.
Baca juga: Kalender Ramadhan 2026 Lengkap: Awal Puasa, Nuzulul Quran, hingga Perkiraan Lailatul Qadar
Berikut ini puasa Rajab sekaligus digabung dengan niat puasa Kamis.
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ وَشَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma yaumil khamisi wa syahri rajaba sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya:
Saya niat puasa pada hari Kamis dan puasa bulan Rajab, sunnah karena Allah Ta'ala.
Baca juga: Masih Punya Utang Puasa? Ini Niat Puasa Qadha Ramadhan
Menggabungkan dua niat puasa diperbolehkan selama keduanya adalah puasa sunnah. Tidak diperbolehkan untuk menggabungkan puasa qadha' yang wajib dengan puasa sunnah.
Tujuan puasa yang utama adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meniatkan salah satu puasa ketika waktunya bersamaan sudah mencukupi menurut Imam As Sa'di.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang