Editor
KOMPAS.com — Komisi Pesantren MUI menggandeng Kementerian Agama RI untuk menyiapkan program transmigrasi yang menyasar keluarga muda dan alumni pondok pesantren.
Inisiatif ini ditujukan untuk menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin sekaligus memperkuat peran pesantren dalam pendidikan, dakwah, dan kemandirian ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.
Ketua Komisi Pesantren MUI, Basnang Said, menyebut program tersebut sebagai langkah strategis memperluas jangkauan nilai moderasi Islam melalui peran aktif para santri dan keluarganya di daerah tujuan transmigrasi.
“Ke depannya penting kita menggalakkan transmigrasi bagi keluarga muda dan alumni pondok pesantren untuk membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin seantero nusantara,” ujar Basnang dilansir dari MUI Digital, Minggu (1/2/2026).
Menurutnya, program ini akan berjalan selaras dengan tiga fungsi utama pesantren: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi.
Dari sisi pendidikan, Komisi Pesantren MUI akan memberi perhatian pada tiga jalur pembelajaran di pesantren: formal, nonformal, serta pendidikan terintegrasi dengan pendidikan umum.
Penguatan akan difokuskan pada tata kelola dan manajemen satuan pendidikan pesantren agar lebih adaptif dan profesional.
Dalam fungsi dakwah, MUI menargetkan lahirnya kader-kader dai dari lingkungan pesantren yang siap berdakwah di wilayah baru.
Sementara pada aspek ekonomi, program kemandirian pesantren akan diwujudkan melalui inkubasi bisnis berbasis pesantren.
Basnang yang juga menjabat sebagai Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI menegaskan, penguatan pesantren tak hanya berhenti pada sisi kurikulum dan dakwah, tetapi juga pada kemandirian ekonomi lembaga.
“Dalam rangka menguatkan ekonomi di pondok pesantren, kita akan wujudkan program kemandirian pesantren melalui inkubasi bisnis pesantren,” tegasnya.
Baca juga: Gibran ke Pesantren Cipasung Besok, Bawa Misi Santri Melek AI dan Robotik
Untuk mendukung program tersebut, MUI akan menjajaki sumber pendanaan dari Kementerian Agama maupun skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari sejumlah BUMN.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model baru penguatan pesantren yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan agama, tetapi juga pada pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di berbagai daerah tujuan transmigrasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang