Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Saat Menghadapi Sakit Parah, Penguat Hati di Tengah Ujian

Kompas.com, 18 September 2025, 09:47 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Setiap manusia tentu pernah merasakan sakit. Namun, ketika sakit yang dialami begitu berat, bahkan mendekati parah, seorang Muslim diajarkan untuk tetap berserah diri dan memohon pertolongan kepada Allah Swt.

Melalui doa, hati akan menjadi lebih tenang dan jiwa lebih kuat dalam menghadapi ujian hidup.

Dalam buku Doa-doa Harian untuk Muslimah yang ditulis Tim Quanta terbitan Bhuana Ilmu Populer Kompas Gramedia (2025), terdapat doa-doa khusus yang dapat dipanjatkan ketika sakit terasa begitu berat.

Baca juga: Doa Kesembuhan dari Rasulullah SAW, Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Doa ini bukan hanya permohonan kesembuhan, tetapi juga bentuk kepasrahan penuh kepada kehendak Allah Swt.

Doa Pertama: Memohon Kesabaran dan Keringanan

اللَّهُمَّ اِنْ كَانَ اَجْلِي قَدْ حَظَرَ فَأَرِحْنِيْ وَإِنْ كَانَ مُتَأَخِّرًا فَارْفَعْنِيْ وَإِنْ كَانَ بَلَاءً فَصَبِّرْنِيْ

Allaahumma in kaana ajlii qad hadhara fa-arihnii wa in kaana muta-akhkhiran farfa'nii wa in kaana balaa-an fashabbirnii

Artinya:

Ya Allah, jika ajalku benar-benar datang, senangkanlah aku. Jika masih jauh, angkatlah penyakitku. Dan jika merupakan cobaan, berikanlah aku kesabaran dalam menghadapinya.” (HR. Tirmidzi)

Doa ini mengajarkan kita untuk siap dengan segala kemungkinan. Jika ajal sudah dekat, seorang hamba berharap Allah memberinya ketenangan.

Jika masih diberi umur panjang, doa ini menjadi permohonan agar penyakit diangkat.

Namun, jika sakit adalah bagian dari ujian, kita memohon diberi kesabaran yang luas.

Doa Kedua: Meneladani Nabi Ayyub AS

اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Anni massaniyadh dhurru wa anta arhamur raahimiin.

Artinya:

(Tuhanku) Aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83)

Doa ini adalah munajat Nabi Ayyub AS ketika beliau ditimpa sakit parah dalam waktu lama.

Meski diuji dengan penderitaan, beliau tetap bersabar dan tidak pernah putus harapan kepada Allah.

Doa singkat ini menjadi teladan agar setiap Muslim yang sakit parah tetap berprasangka baik kepada Allah, Dzat Yang Maha Penyayang.

Makna dan Hikmah

Kedua doa di atas mengandung pesan bahwa sakit, seberat apapun, adalah bagian dari kasih sayang Allah. Terkadang sakit menjadi cara Allah menggugurkan dosa, menaikkan derajat, atau melatih kesabaran hamba-Nya.

Dengan berdoa, seorang Muslim tidak hanya meminta kesembuhan fisik, tetapi juga memohon kekuatan hati. Sebab, ketenangan jiwa sering kali menjadi kunci utama dalam menghadapi penyakit yang berat.

Penutup

Sakit parah adalah ujian, tetapi bukan akhir dari segalanya. Melalui doa-doa yang diajarkan Rasulullah saw. dan kisah Nabi Ayyub AS, seorang Muslim dapat menemukan ketenangan dan kekuatan.

Baca juga: Doa Nabi Ayub AS saat Sakit, Teladan Kesabaran Hadapi Ujian Hidup

Semoga doa-doa tersebut bisa menjadi penguat bagi siapa saja yang tengah diuji dengan sakit, serta mengingatkan kita semua bahwa setiap rasa sakit adalah bagian dari kasih sayang Allah yang mendidik hamba-Nya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Allahu Akbar Kabiro: Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin, Arti, dan Hukumnya
Allahu Akbar Kabiro: Bacaan Doa Iftitah Arab, Latin, Arti, dan Hukumnya
Doa Harian
Dari Wakaf 200.000 Orang hingga Aurora, Kisah Masjid Indonesia di Kanada
Dari Wakaf 200.000 Orang hingga Aurora, Kisah Masjid Indonesia di Kanada
Aktual
Momen Suami Nikita Willy Pimpin Sholat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Edmonton Kanada Tuai Pujian
Momen Suami Nikita Willy Pimpin Sholat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Edmonton Kanada Tuai Pujian
Aktual
MUI Haramkan Uang Pendaftaran untuk Hadiah Lomba Agustusan
MUI Haramkan Uang Pendaftaran untuk Hadiah Lomba Agustusan
Aktual
MUI: Pria Berkostum Perempuan saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram
MUI: Pria Berkostum Perempuan saat Karnaval 17 Agustus Hukumnya Haram
Aktual
Doa untuk Sambutan Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026
Doa untuk Sambutan Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026
Doa dan Niat
Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Akad Massal KPR 1.000 Guru Pesantren
Hari Santri 2026, Kemenag Siapkan Akad Massal KPR 1.000 Guru Pesantren
Aktual
Indonesia Tak Dapat Penghargaan Layanan Haji dari Arab Saudi, Komnas Haji Beri Catatan
Indonesia Tak Dapat Penghargaan Layanan Haji dari Arab Saudi, Komnas Haji Beri Catatan
Aktual
Bacaan Ayat Kursi Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Bacaan Ayat Kursi Lengkap: Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Doa Harian
Pesantren Besar Kini Boleh Bangun Dapur MBG Sendiri, Santri Lebih Mudah Dapat Makan Bergizi
Pesantren Besar Kini Boleh Bangun Dapur MBG Sendiri, Santri Lebih Mudah Dapat Makan Bergizi
Aktual
Benarkah Surat An-Nisa Ayat 34 Membolehkan Suami Memukul Istri? Ini Hasil Riset UIN Bandung
Benarkah Surat An-Nisa Ayat 34 Membolehkan Suami Memukul Istri? Ini Hasil Riset UIN Bandung
Aktual
7 Ucapan Belasungkawa Islami: Formal, Personal, hingga untuk Medsos
7 Ucapan Belasungkawa Islami: Formal, Personal, hingga untuk Medsos
Aktual
Gus Rozin: Kalau Pemerintah Salah Ambil Kebijakan, NU yang Mengingatkan
Gus Rozin: Kalau Pemerintah Salah Ambil Kebijakan, NU yang Mengingatkan
Aktual
MUI Tegaskan Fatwa MUI Daerah Tak Boleh Bertentangan dengan Pusat
MUI Tegaskan Fatwa MUI Daerah Tak Boleh Bertentangan dengan Pusat
Aktual
Lukman Hakim Sebut Voting Ketum PBNU Buka Ruang Politik Uang
Lukman Hakim Sebut Voting Ketum PBNU Buka Ruang Politik Uang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar