Editor
KOMPAS.com-Danantara Indonesia, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, melaporkan perkembangan signifikan dalam pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) di Makkah, Arab Saudi.
Proyek besar ini dimulai dengan pengembangan Kawasan Thakher, yang menjadi fondasi utama bagi kompleks yang ditargetkan untuk mendukung layanan haji Indonesia secara berkelanjutan.
Baca juga: RI Sukses Punya Kampung Haji di Mekkah, Poin Baru Pelayanan Haji
Kawasan Thakher, yang telah beroperasi dengan fasilitas seperti Novotel Thakher Makkah, mencakup lahan seluas 4,4 hektare dan berjarak sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram.
Saat ini, kawasan ini memiliki 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara, serta 14 plot lahan tambahan yang direncanakan untuk pengembangan lebih lanjut. Kawasan ini juga akan dilengkapi dengan area komersial dan pusat ritel.
Menurut Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, kawasan ini direncanakan untuk berkembang secara bertahap hingga mencapai 6.000 kamar.
Dengan kapasitas mencapai sekitar 22.000 jamaah, kawasan ini diperkirakan dapat menampung 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya.
Fokus utama pengembangan ini adalah penyediaan akomodasi dan layanan yang terintegrasi untuk jamaah, termasuk fasilitas ritel, logistik, dan layanan penunjang lainnya.
"Kami ingin membangun ekosistem layanan yang berkelanjutan dan lebih terintegrasi, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher adalah bagian dari visi jangka panjang kami untuk mendukung jamaah Indonesia dengan cara yang lebih terorganisir dan efisien," ujar Pandu, Rabu (7/1/2026), dilansir dari Antara.
Baca juga: Kemenhaj Tegaskan Tiga Syarat PK Haji Khusus Tahun 2026
Selain pengembangan Kawasan Thakher, Danantara Indonesia juga aktif mengikuti proses lelang yang diselenggarakan oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC).
RCMC adalah otoritas pengembangan Kota Makkah yang mengatur kebijakan, tata kawasan, dan skema pengembangan untuk proyek-proyek strategis.
Dalam proses ini, Danantara berusaha untuk mengambil bagian dalam proyek-proyek pengembangan lain yang lebih dekat dengan Masjidil Haram.
RCMC menawarkan beberapa plot kawasan dengan karakteristik lokasi yang berbeda, yang akan dievaluasi berdasarkan penawaran, teknis, dan aspek finansial.
Pandu Sjahrir menambahkan bahwa Danantara sangat selektif dalam proses ini, dengan pendekatan berbasis kajian menyeluruh.
Danantara mengimplementasikan dua jalur strategis secara paralel dalam pengembangan Kompleks Haji.
Jalur pertama adalah penguatan Kawasan Thakher sebagai fondasi utama, sementara jalur kedua melibatkan partisipasi aktif dalam mekanisme lelang yang diselenggarakan oleh RCMC untuk mengembangkan kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.
"Kawasan Thakher menjadi fondasi penting karena asetnya sudah ada dan siap dikembangkan. Namun, kami juga mengikuti proses lelang untuk peluang kawasan lain yang lebih dekat dengan pusat aktivitas haji dan umrah," tambah Pandu.
Baca juga: Kemenhaj Pastikan Pelunasan dan PK Haji Khusus Tuntas Sesuai Tenggat Arab Saudi
Danantara Indonesia menargetkan tahapan groundbreaking untuk pengembangan lanjutan Kawasan Thakher pada 2026, dengan operasional hotel tambahan direncanakan pada 2029. Proyek ini diharapkan dapat berjalan sesuai dengan perizinan dan kesiapan proyek.
"Fokus kami adalah memastikan setiap langkah dilakukan dengan hati-hati, terukur, dan memberikan manfaat jangka panjang. Kami berkomitmen untuk membangun Kompleks Haji sebagai proyek strategis yang akan berdampak lintas generasi," tutup Pandu.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang