Editor
KOMPAS.com-Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i menyampaikan visi pengembangan madrasah dengan menargetkan setiap provinsi memiliki tiga tipologi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) unggulan, yakni MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan atau Vokasi.
Gagasan tersebut disampaikan Romo Syafi’i saat meninjau MAN 2 Yogyakarta pada Sabtu (3/1/2026) sebagai respons atas tantangan pendidikan yang semakin kompleks seiring perubahan zaman.
Baca juga: Wamenag Serahkan Bantuan Rp 2 M untuk Gereja Katolik Terdampak Banjir di Sumut
Dilansir dari laman Kemenag, Romo Syafi’i menjelaskan bahwa MAN Insan Cendekia akan diarahkan menjadi pusat penguatan riset serta pengembangan sains, teknologi, dan bidang STEM.
MAN Program Keagamaan diproyeksikan sebagai ruang pembinaan pendalaman ilmu agama atau tafaqquh fiddin yang relevan dengan dinamika sosial masyarakat.
Perhatian khusus juga diberikan pada pengembangan MAN Kejuruan yang dirancang untuk melahirkan lulusan terampil, siap memasuki dunia kerja, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Baca juga: Riset Internasional 2025: UIN Sunan Kalijaga Jadi PTKI Paling Produktif di Indonesia
Romo Syafi’i menegaskan bahwa lulusan madrasah diharapkan tidak hanya unggul dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang selaras dengan kebutuhan industri.
Visi tersebut sejalan dengan rencana strategis Kementerian Agama yang tengah menyiapkan pembentukan Direktorat Vokasi sebagai unit kerja baru.
Direktorat Vokasi nantinya bertugas memetakan kebutuhan madrasah serta mengembangkan kurikulum agar hasil pendidikan lebih adaptif terhadap perkembangan dunia kerja.
Romo Syafi’i menilai pembentukan Direktorat Vokasi menjadi langkah konkret agar madrasah mampu beradaptasi dengan era disrupsi secara terencana dan berkelanjutan.
Baca juga: Siswa MAN 1 Bandar Lampung Raih Penghargaan dari NASA atas Temuan Celah Keamanan Siber
Melalui penerapan tiga tipologi MAN di setiap provinsi, Kementerian Agama berharap pemerataan mutu pendidikan madrasah dapat terwujud secara nasional.
Skema ini diharapkan membuka kesempatan yang setara bagi peserta didik madrasah di berbagai daerah untuk berkembang menjadi teknokrat, ulama, maupun profesional berkarakter Islami.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang