Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenag Romo Syafi’i Targetkan Tiap Provinsi Miliki Tiga MAN Unggulan

Kompas.com, 4 Januari 2026, 07:12 WIB
Khairina

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com-Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i menyampaikan visi pengembangan madrasah dengan menargetkan setiap provinsi memiliki tiga tipologi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) unggulan, yakni MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan MAN Kejuruan atau Vokasi.

Gagasan tersebut disampaikan Romo Syafi’i saat meninjau MAN 2 Yogyakarta pada Sabtu (3/1/2026) sebagai respons atas tantangan pendidikan yang semakin kompleks seiring perubahan zaman.

Baca juga: Wamenag Serahkan Bantuan Rp 2 M untuk Gereja Katolik Terdampak Banjir di Sumut

Dilansir dari laman Kemenag, Romo Syafi’i menjelaskan bahwa MAN Insan Cendekia akan diarahkan menjadi pusat penguatan riset serta pengembangan sains, teknologi, dan bidang STEM.

MAN Program Keagamaan diproyeksikan sebagai ruang pembinaan pendalaman ilmu agama atau tafaqquh fiddin yang relevan dengan dinamika sosial masyarakat.

Perhatian khusus juga diberikan pada pengembangan MAN Kejuruan yang dirancang untuk melahirkan lulusan terampil, siap memasuki dunia kerja, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Baca juga: Riset Internasional 2025: UIN Sunan Kalijaga Jadi PTKI Paling Produktif di Indonesia

Romo Syafi’i menegaskan bahwa lulusan madrasah diharapkan tidak hanya unggul dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang selaras dengan kebutuhan industri.

Visi tersebut sejalan dengan rencana strategis Kementerian Agama yang tengah menyiapkan pembentukan Direktorat Vokasi sebagai unit kerja baru.

Siapkan Direktorat Vokasi

Direktorat Vokasi nantinya bertugas memetakan kebutuhan madrasah serta mengembangkan kurikulum agar hasil pendidikan lebih adaptif terhadap perkembangan dunia kerja.

Romo Syafi’i menilai pembentukan Direktorat Vokasi menjadi langkah konkret agar madrasah mampu beradaptasi dengan era disrupsi secara terencana dan berkelanjutan.

Baca juga: Siswa MAN 1 Bandar Lampung Raih Penghargaan dari NASA atas Temuan Celah Keamanan Siber

Melalui penerapan tiga tipologi MAN di setiap provinsi, Kementerian Agama berharap pemerataan mutu pendidikan madrasah dapat terwujud secara nasional.

Skema ini diharapkan membuka kesempatan yang setara bagi peserta didik madrasah di berbagai daerah untuk berkembang menjadi teknokrat, ulama, maupun profesional berkarakter Islami.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com